Helmi Mujahid Putra | X IPA 5 | SMA PLUS PGRI CIBINONG

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hallo Guys!
Perkenalkan saya Helmi Mujahid Putra. 
Disini saya ingin menjelaskan tentang perhitungan matematika dalam menganalisa persebaran virus corona. Sebelumnya....


APA ITU VIRUS CORONA?


Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). 


BERIKUT PERHITUNGAN MATEMATIKANNYA

Model yang digunakan adalah pengembangan dari model logistik, Richard’s Curve yang diperkenalkan oleh F.J.Richards. Richard’s Curve. Mengapa model ini dipilih? Berdasarkan kajian pemodelan yang dilakukan oleh Kelompok Pemodelan Tahun 2009, dibawah bimbingan Prof. Dr. Kuntjoro A. Sidarto, model ini memiliki hasil yang cukup baik untuk menentukan awal, puncak dan akhir endemic penyakit SARS di Hongkong pada tahun 2003.

𝑑𝑦/𝑑𝑡 = 𝑟/𝛼 . 𝑦 (1 − ( 𝑦/𝐾 ) 𝛼 )  
𝑟: laju awal pertumbuhan (orang/hari)
𝐾: asumsi batas atas penderita atau dikenal sebagai carrying capacity
𝛼: efek asimtotik [11]
Solusi umum dari persamaan diatas adalah :
𝑦(𝑡) = 𝐾 / (1 + 𝛼 exp(−𝑟(𝑡 − 𝑡𝑚))) 1/𝛼
Terdapat empat parameter yang akan diestimasi dengan metode diatas, yakni 𝐾, 𝑟, 𝛼 dan 𝑡𝑚.

Dari hasil simulasi diatas, profil epidemi nCOVID-19 di Indonesia berdasarkan Kurva Richards sebagai berikut:
 • Mulai epidemi : awal Maret 2020
 • Puncak epidemi : akhir Maret 2020
 • Akhir epidemi : pertengahan April 2020
 • Jumlah kasus maksimal : > 8000 kasus di Indonesia
 • Kasus baru terbesar : ± 600 kasus


BERIKUT PERSEBARAN COVID-19 DI INDONESIA (Per 1 April 2020)
BERIKUT DAMPAK COVID-19 DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
  1. Aktivitas masyarakat terganggu
  2. Perekonomian di Indonesia menjadi turun 
  3. Harga bahan pangan melonjak
  4. Kurangnya sosialisasi kepada orang sekitar karena adanya gerakan #dirumahaja
  5. Pusat perbelanjaan,Sekolah,Kantor,Dll ditutup

SARAN PENCEGAHAN DARI (WHO)

WHO menyarankan untuk mencegah infeksi dan memperlambat penularan Covid-19, perlu dilakukanhal berikut:

1. Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air mengalir, atau bersihkan dengan usapan berbasis alkohol.


2. Pertahankan jarak minimal 1 meter antara Anda dan orang yang batuk atau bersin.


3. Hindari menyentuh wajah Anda.


4. Tutupi mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin.


5. Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat.


6. Jangan merokok dan aktivitas lain yang melemahkan paru-paru.


7. Berlatih menjaga jarak dengan menghindari perjalanan yang tidak perlu dan menjauh dari kelompok besar orang.


SEKIAN DAN TERIMAKASIH.

WASSALAMMUALAIKUM WR.WB